SURABAYA, 19 Oktober 2026 — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat arus petikemas mencapai 2.299.342 TEUs hingga akhir September 2026. Capaian tersebut tumbuh 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring penguatan konektivitas pelayaran dan optimalisasi layanan di tiga terminal yang dikelola perusahaan.
Ketiga terminal tersebut meliputi Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Pertumbuhan arus petikemas ini melanjutkan tren positif sejak awal tahun, setelah TTL mencatat rekor kinerja bulanan pada Juli 2026.
Manager Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan perusahaan pelayaran dan pengguna jasa terhadap layanan terminal.
“Yang kami syukuri bukan hanya bertambahnya jumlah petikemas, tetapi juga semakin banyaknya kapal dan pelanggan yang mempercayakan kegiatan logistiknya kepada terminal kami,” ujar Dahlia.
Layanan Internasional Perkuat Konektivitas
Salah satu pendorong pertumbuhan berasal dari layanan petikemas internasional. Sepanjang Januari hingga September 2026, dua layanan pelayaran baru, yakni CSE Service dan SCJX Service, memperkuat konektivitas TPK Teluk Lamong dengan jaringan perdagangan internasional.
Selain layanan reguler, TPK Teluk Lamong juga melayani 25 kunjungan kapal internasional nonreguler atau ad hoc call, dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs.
Menurut Dahlia, penambahan jaringan pelayaran perlu diimbangi dengan pelayanan kapal yang cepat, aman, dan efisien agar TTL semakin kompetitif dalam menarik kunjungan kapal dan rute baru.
TPK Nilam Catat Pertumbuhan 16 Persen
Di segmen domestik, TPK Nilam mencatat arus petikemas sebesar 415.082 TEUs hingga September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 357.536 TEUs, atau tumbuh sekitar 16 persen.
Pertumbuhan ini antara lain didukung peningkatan muatan dari layanan Caraka Tirta Perkasa dengan tujuan Makassar dan Meratus menuju Kendari. Optimalisasi pelayanan kapal Tanto pada rute Ambon dan Sorong juga mendukung distribusi barang ke kawasan Indonesia timur.
Sementara itu, TPK Berlian berfokus pada optimalisasi fasilitas tambatan dan peralatan bongkar muat, termasuk pemanfaatan container crane. Pengaturan operasi kapal juga terus diperhatikan untuk menjaga produktivitas dan meningkatkan efisiensi waktu pelayanan.
Fokus pada Produktivitas dan Kualitas Layanan
Dahlia menegaskan, peningkatan volume petikemas harus diikuti perbaikan kualitas pelayanan. Menurutnya, kelancaran kegiatan bongkar muat berperan penting dalam mendukung rantai pasok dan aktivitas ekonomi.
“Ukuran keberhasilan kami bukan semata-mata berapa banyak petikemas yang masuk, tetapi juga seberapa baik kami melayani kapal dan pelanggan. Itulah yang terus kami perbaiki bersama seluruh tim,” katanya.
Ke depan, TTL akan memperkuat konektivitas pelayaran, meningkatkan produktivitas terminal, serta mengoptimalkan fasilitas yang tersedia. Pengelolaan TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian secara terintegrasi diharapkan mampu menjaga pertumbuhan arus petikemas sekaligus meningkatkan daya saing layanan logistik di Jawa Timur.
Editor : Redaksi