Peluang Usaha shibori

Shibori, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda lewat Olah Kain

avatar Redaksi
Shibori stories @artotel
Shibori stories @artotel

Teknik olah kain shibori dinilai berpotensi menjadi pilihan usaha kreatif bagi anak muda. Kebebasan membentuk motif, mengeksplorasi warna, serta mengembangkan beragam produk menjadi daya tarik teknik ini untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai jual.

Peluang tersebut dibahas dalam acara Shibori Story yang berlangsung di Artotel, Surabaya, pada 17 Oktober 2026. Dalam kegiatan ini, M Lukman selaku narasumber mengulas pengembangan shibori, mulai dari kaos dengan desain personal hingga pemanfaatan kain yang tidak lagi digunakan. Eksplorasi tersebut membuka kemungkinan produk di luar lembaran kain, seperti tas, penutup tempat tisu, dan hiasan dinding.

“Dan ide gagasan itu kalau nggak digerjakan nggak akan muncul,” ujar M Lukman dalam acara Shibori Story.

Teknik Shibori Membuka Ruang Eksplorasi Motif
Shibori dibahas sebagai teknik mengolah kain untuk memunculkan motif melalui lipatan, ikatan, atau jepitan. Pilihan bentuk lipatan dan cara menjepit kain memberi ruang bagi pembuat untuk mengeksplorasi pola yang berbeda.

Menurut Lukman, karakter tersebut berpeluang menarik minat anak muda yang menyukai warna atraktif dan bentuk abstrak. Shibori tidak hanya dipandang sebagai keterampilan membuat motif, tetapi juga sebagai media untuk mengembangkan desain sesuai selera pembuatnya.

Narasumber mengaitkan peluang itu dengan ketertarikan anak muda pada mural. Semangat berekspresi melalui warna dan bentuk dapat diterjemahkan ke media kain, lalu dikembangkan menjadi produk yang dapat dikenakan atau digunakan sehari-hari.

Peluang Usaha dari Kaos hingga Produk Dekorasi
Kaos menjadi salah satu contoh produk yang disorot dalam pembahasan. Melalui teknik shibori, pembuat dapat mengeksplorasi penempatan pola dan kombinasi warna untuk menghasilkan desain yang terasa personal.

Desain tersebut dapat ditawarkan kepada lingkungan pertemanan sebagai langkah awal memperkenalkan karya. Keunikan motif menjadi salah satu daya tarik yang bisa dikembangkan, terutama bagi pembeli yang menginginkan produk dengan karakter berbeda.

Meski demikian, narasumber menyoroti pengembangan usaha yang belum memiliki fokus. Eksplorasi teknik perlu diikuti arah produk yang lebih jelas agar kegiatan membuat shibori tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan.

Pembahasan ini menempatkan shibori bukan hanya sebagai aktivitas keterampilan, melainkan sebagai gagasan usaha yang masih membutuhkan pengembangan dan pengenalan lebih luas.

Kain Tidak Terpakai Berpeluang Diolah Kembali
Selain produk fesyen, narasumber mengangkat kemungkinan memanfaatkan kain yang tidak lagi digunakan, termasuk bahan dari hotel. Kain tersebut dapat diolah dengan teknik shibori dan diarahkan menjadi produk lain.

Untuk bahan yang kurang sesuai dijadikan pakaian, narasumber menyebut pilihan produk seperti tas, penutup tempat tisu, penutup galon, hingga hiasan dinding.

Gagasan ini membuka ruang pemanfaatan kembali bahan. Namun, potensi tersebut belum disertai data dalam transkrip mengenai jenis kain, jumlah bahan yang tersedia, maupun dampak lingkungan dari proses pengolahannya.

Kesabaran Menjadi Bagian dari Nilai Karya
Di luar peluang bisnis, narasumber menekankan pentingnya waktu dalam proses berkarya. Pembuatan motif tidak selalu harus mengikuti pola pelatihan singkat yang menuntut hasil selesai dalam satu pertemuan.

“Tidak harus instan,” ujarnya.

Perancangan pola, pembentukan motif, dan pemilihan warna digambarkan sebagai proses yang dapat dilakukan secara bertahap. Warna tidak sekadar dipilih berdasarkan kesukaan, tetapi juga dipertimbangkan untuk menonjolkan motif yang dibentuk.

“Karena pinginnya hasilnya maksimal,” kata Lukman.

Bagi anak muda, peluang shibori terletak pada pertemuan antara kebebasan berekspresi dan kesungguhan mengembangkan karya. Eksplorasi motif dapat menjadi titik awal, sementara fokus produk dan proses yang tekun menjadi bagian penting untuk membawa gagasan itu menuju usaha.

Penulis : Desta Lestari

Berita Terbaru

News,

PENGUKUHAN DPD MATRA KOTA SURABAYA

SURABAYA, 10 Oktober 2026 — Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang berlokasi di Jalan Bubutan No. 85–87, Surabaya, menjadi saksi berlangsungnya pelantikan Dewan P