SURABAYA, 10 Oktober 2026 — Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang berlokasi di Jalan Bubutan No. 85–87, Surabaya, menjadi saksi berlangsungnya pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) MATRA Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para budayawan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur, di antaranya jajaran Kodim 0830 Surabaya yang diwakili oleh Kapten Inf. Setiawan Prihartono, serta perwakilan Komandan Pasmar, Kol. Mar. Surya Afandi Noviyanto, M.Tr.Opsla. Kehadiran para undangan menjadi bagian dari semangat membangun sinergi dalam mendukung pelestarian kebudayaan dan nilai-nilai luhur bangsa.
Baca Juga: 132.364 Perusahaan Jatim Tercatat Patuh Mendaftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Nomor 21/SK-DPD/DPW MATRA JATIM/X/2026 oleh Sekretaris DPW MATRA Jawa Timur. Berdasarkan surat keputusan tersebut, Eko Suwondo, S.Pd., resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD MATRA Kota Surabaya untuk masa bakti 2026–2031.
Pengukuhan kepengurusan semakin bermakna dengan dikibarkannya bendera pataka DPD MATRA Kota Surabaya. Pengibaran pataka tersebut menjadi simbol dimulainya tanggung jawab dan pengabdian kepengurusan baru dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.
Membangun Kesadaran Budaya dan Budi Luhur
Dalam kepemimpinannya, Eko Suwondo membawa visi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pembentukan karakter dan kehidupan sosial yang harmonis.
Budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan seni, tradisi, dan adat istiadat, tetapi juga mencakup nilai-nilai budi luhur yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membangun masyarakat madani yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, toleransi, serta penghormatan terhadap sesama.
Untuk mewujudkan visi tersebut, DPD MATRA Kota Surabaya menetapkan sejumlah arah gerakan dan program strategis selama masa kepengurusan 2026–2031.
Pertama, membangun gerakan kesadaran budaya di tengah masyarakat. DPD MATRA Kota Surabaya berupaya merumuskan strategi dan langkah nyata untuk menumbuhkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kebudayaan, seni, serta perilaku berbudi luhur sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Polda Jatim Cek Izin Edar dan Mutu Pangan di Bulan Ramadan
Kedua, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung program pelestarian kebudayaan serta memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
Ketiga, mendorong edukasi dan realisasi pendidikan budaya di berbagai lini masyarakat. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda maupun masyarakat luas terhadap nilai-nilai budaya, sekaligus memastikan bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadikan Budaya sebagai Fondasi Masyarakat Madani
Pengukuhan DPD MATRA Kota Surabaya diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran organisasi dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah dinamika perkembangan kota.
Surabaya sebagai kota yang memiliki sejarah panjang perjuangan dan keberagaman masyarakat membutuhkan upaya bersama untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai luhur dalam kehidupan sosial.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Terimakasih Atas Izin Kampung Haji Indonesia di Makkah
Melalui kepengurusan yang baru, DPD MATRA Kota Surabaya diharapkan mampu menghadirkan program-program yang edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara budayawan, masyarakat, pemerintah, serta berbagai unsur lainnya menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pelestarian budaya yang lebih luas dan berdampak nyata.
Dengan dikukuhkannya Eko Suwondo, S.Pd., sebagai Ketua DPD MATRA Kota Surabaya periode 2026–2031, amanah besar kini berada di tangan kepengurusan baru untuk menerjemahkan visi dan misi organisasi ke dalam gerakan nyata.
Sebab, melestarikan budaya bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, melainkan merawat nilai-nilai luhur sebagai pijakan untuk membangun masyarakat yang beradab, toleran, dan bergotong royong di masa depan.
By - Desta Lestari
Editor : Redaksi